LAPORAN SEMESTER PRAKTIKUM
BIOKIMIA
(Protein dan Asam amino, Karbohidrat,
Lipida, Enzim)

FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya
kepada saya , sehingga saya dapat menyelesaikan pembuatan laporan semester
Pratikum Biokimia tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini, saya
mengucapkan terimah kasih kepada Asisten Dosen Biokimia selaku pembimbing utama
dalam pratikum ini. Demikian laporan ini saya berharap agar bermanfaat bagi
kita semua dalam kehidupan sehari-hari.
Saya mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun agar laporan ini dapat menjadi lebih baik kedepannya.
Jambi,06 November 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA PENGANTAR……………………………………………………….
DAFTAR ISI……………………………………………………………..…..
1.PENDAHULUAN…………………………….…………...………………1
1.Latar Belakang……………………………………………………………1
2.TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………………....12
3..MATERI DAN METODE………………………………………………….16
1.Waktu dan Tempat……………………………………………………….16
2.Materi…………………………………………………………………….16
3.Metoda…………………………………………………………………...17
4.HASIL DAN PEMBAHASAN……………………………………………..20
1.Protein dan Asam Amino
....………………………………………………20
2.Karbohidrat………………………………………………………………..23
3.Lipida……………. ……………………………………………………….25
4.Enzim……………………………………………………………………...28
5.PENUTUP…………………………………………………………………..31
1.Kesimpulan………………………………………………………………..31
2.Saran………………………………………………………………………
6.DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang
Asam Amino
Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil
(-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan
gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat
amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada
larutan asam. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak
dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu
sebagai penyusun protein.
Protein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya.
Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida, yang mengikat gugus
karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya.
Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma
dengan bantuan ribosom dan tRNA. Pada polimerisasi asam amino, gugus -OH yang
merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan
bagian gugus amina asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. Oleh
sebab itu, reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. Molekul asam amino yang
telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino.
Pada umumnya asam amino diperoleh sebagai hasil
hidrolisis protein, baik menggunakan
enzim maupun dengan menggunakan asam, dengan cara ini diperoleh campuran
bermacam-macam asam amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupun
kualitasnya masing-masing asam amino perlu diadakan pemisahan antara asam-asam amino
tersebut. Ada empat tingkat struktur dasar protein, yaitu struktur primer, sekunder,
tersier, dan kuartener.
a.Stuktur
primer
susunan primer protein merupakan suatu rangkaian uhit-unit asam amino
dengan gugus-gugus R berda dalam posisi “trans”
b.Struktur
sekunder
nama lainnya adalah stuktur helik, terjadi karenapa adanya ikatan hydrogen
antara atom oksigen dari radikal karboksil dengan atom hydrogen dari radikal
–N-H yang terdapat pada 1 rantai peptide.
c.struktur
tersier
struktur tersier menunjukkan kecenderungan peptide membentuk lipatan dan
dengan demikian membentuk 5 struktur yang lebih kompleks.
d.struktur
kuarterner
struktur kuaterner menunjukkan derajat persekutuan unit-unit protein.
Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Asam amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau bahkan tidak larut dalam pelarut organic, dan titik leburnya sangat tinggi.
Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Asam amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau bahkan tidak larut dalam pelarut organic, dan titik leburnya sangat tinggi.
Ninhidrin, suatu senyawa oksidator kuat bereaksi dengan semua asam α-amino
pada Ph 4-8 dan dihasilkan senyawa berwarna biru. Asam-asam amino, prolin dan
hidroksi prolin juga bereaksi dengan ninhidrin akan tetapi manghasilkan warna
kuning.
Protein terkonnjugasi adalah struktur yang juga melibatkan bagian
bukan protein yang disebut gugus prostetik. Gugus prostetik sering kali berupa
ion logam atau molekul organik kecil.Rantai peptida dari molekul protein yang
sejenis selalu terlipat dengan cara yang sama. Pelipatan rantai peptida
membentuk molekul protein tertentu disebut dengan konformasi rantai.
Faktor-faktor yang mempengaruhi konformasi protein antara lain hadirnya residu
asam ammino aromatik atau alifatik dalam rantai peptida, jembatan disulfida,
ikatan ion (jembatan garam), dan ikatan hidrogen.
Protein merupakan komponen utama semua sel
mahluk hidup. Protein berfungsi sebagai pembentuk struktur sel yang
menghasilkan hormon, enzim, dan lain-lain. Ditinjau dari segi kimia, protein merupakan
suatu senyawa polimer dari asam amino dengan berat molekul tingi (104
sampai 106).
Protein sederhana
adalah molekul yang semata-mata tersusun dari sebuah atau beberapa rantai
peptida.
Karbohidrat
Karbohidrat terdiri dari Monosakarida, yang merupakan senyawa orgarnik
yang sangat banyak terdapat dibumi ini.Karbohidrat dapat dibagi menjadi
Monosakarida, Oligosakarisa dan Polisakarida. Lipida (lemak) tidak dapat dalam
air, tapi bisa larut dalam kloroform, bensin. Lipida disusun atas rantai
Hidrokarbon panjang berantai lurus, bercbang, atau membuat unsur siklis.
Karbohirat merupakan senyawa organik yang paling berlimpah di bumi ini,
yang tersusun terutama oleh monosakarida. Sebagian besar zat-zat alam merupakan
golongan karbohirat fungsinya sebagai bahan baku (bahan sumber energi) baik
untuk mikroorganime, tumbuhan maupun hewan.
Karbohidrat sering disebut dengan sakar, yang terbentuk pada proses
fotosintesis sehingga merupakan senyawa perantara awal dalam penyatuan CO2,
Hidrogen, Oksigen, dan energi matahari ke dalam bentuk hayati. Karbohidrat
merupakan sumber karbon untuk sintesa biomolekul dan sebagai bentuk energy
poiimerik, dan komponen dari unsur- unsur struktural sel dan merupakan bagian
dari asam nukleat. Dan karbohidrat ini mengandung komponen utama dan paling
utama yaitu monosakarida.
Karbohidrat merupakan komponen penting pada beberapa senyawa seperti
dinding sel tanaman bakteri, mukopolisakarida kulit dan jaringan pengikat pada
hewan. Karbohidrat dibagi atas monosakarida seperti fruktosa" glukosa,
manosa galaktosa dan sebagainya.Komponen gula yang terdiri 6 atom C, disakarida
(2 komponen monosakarida), oligosakarida (3-6 komponen monosakarida) ditentukan
juga oleh gugus yang karakteristik sebagai aldoheksosa atau ketoheksosa.
Monomer monosakarida merupakan senyawa aldosa atau ketosa yang dinamakan sesuai
dengan jumlah karton pada eantainya. Mengenai struktur senyawa karbohidrat
dikenal sistem terbuka dari E. Fischer, terfutup dari Tollens, dan berbanding
yang diproyeksikan dari Harworth. Pembagian selengkapanya dari karbohidrat
adalah sebagai berikut monosakarida disebut juga gula sederhana diosa, triosa,
tetrosa dan pentosa (arabinosa, xylosa dan ribosa), heksosa (glukosa, fruktosa
galaktosa dan manosa). Kedua oligosakarida yaitu di, tri, tera, penta dan
heksasakarida (disakarida terdiri sukrosa maltosa, laktosa), dan ketiga
polisakarida yaitu amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa.
Karbohidrat ini tersusun oleh tiga bagaian yaitu polihidroksi aldehid,
polihidroksi protease, dan polihidroksi keton. Karbohidrat terdiri dari tiga
bagian diantaranya monosakaraida, oligosakarida, dan polisakarida.
Asam amino merupakan senyawa organik yang mengandung gugus amino dan
karboksil. Alam amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau
bahkan tidak larut dalam pelarut organik, dan titik leburnya sangat tinggi Asam
amino dibebaskan dari ikatan peptida pada hidrolisi enzim (protease) atau asam,
dan asam amino dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dengan cara
kromatografi. Semua asam amino mengandung gugus fungsional yang dapat bekerja
sebagai asam atau basa tergantung pada pH lingkungan. Dalam protein terdapat
proses denaturasi yang berkaitan dengan tergantungnya ikatan atau interaksi
kimiawi antar molekul.
Lipida
Lipida merupakan komponen sel atau jaringan yang terdiri atas beraneka
ragam senyawa yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik. Lipida
tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organiknya, berupa: eter,
kloroform, benzen, alcohol, bensin, dan tetra yang karena sebagian besar
tergolong gugus lipofil. Secara sederhana lipida terdiri dari asil gliserol,
fosfolipida, sfingolipida, glikolipida, lipida terpen, termasuk korotenoid, dan
steroid.Dalam lipida ini terdapat dua komponen utama yaitu lemak (olive), dan
minyak (oil).Lemak lebih banyak ditemukan pada hewan, dan minyak lebih banyak
diperoleh dari tumbuh- tumbuhan.
Lemak (lipida) merupakan senyawa organik yang tidak larut dalarn air
tetapi dapat diekstrasikan dengan pelarut non polar seperti kloroform, benzen,
dan eter.Lemak terdiri dari ester asam lemak dan gliserin, Iemak tidak dalam
air tetapi larut dalam ester, kloroform, bensin" karena sebagian besar
tergolong gugus lipofil.Dialam terdapat sebagai lemak yang netral dan disamping
zat-zat yang menyerupai lemak (lipoid).Lipida terutama disusun atas rantai
hidrokarbon panjang beiantai lurus, bercabang atau membuat stnrktur
siklis.Lipida kompleks mengandung komponen non lipida seperti fosfat pada
lipida protein pada proteolipida atau pada glukolipida.Trigleserida atau hiasil
gliserol merupakan molekul tidak bermuatan dan dikenal juga sebagai lipida
nehal, lemak atau minyak sederhana.Trigleserida merupakan bagian lipida yang
dikonsumsi.Trigleserida terurai menjadi komponen penyusun oleh lipase.Fosfolipida
merupakan turunan tiasil gliserol yang salah satu komponen asam lemaknya oleh
senyawa fosfat.Fosfolipida yang sering dijumpai dialam adalah lesitin,
sefalin" fosfogliserida serin, fosfogleserida inositol.
Trigliserida disebut juga lipid Netral, yang merupakan molekul yang tidak
bermutan.Sedangkan Enzim protein yang disentesis oleh sel hidup untuk
mengktalisis reaksi yang berlangsung didalamnya.
Enzim merupakan protein
yang disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi reaksi yang berlangsung
didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi, maka
biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung banyaknya.
Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim
dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan
mikroorganisme.
Cara ini memiliki beberapa
kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan
mikroba penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudin
diektraksi. Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya
produksi lebih rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah
dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan
strain mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Enzim secara khasnya disebut dengan
katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya suatu reaksi, tetapi pada
umumnya tidak ikut muncul dalam perekasian tersebut.Enzim ini juga merupakan
protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang
berlangsung di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator dengan
spesifisitas dan efisiensi tinggi. Enzim ini diproduksi dengan cara
mengekstraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam
tubuh enzim ini sangat dibutuhkan oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak
ada enzim maka proses reaksi ditubuh kita akan berjalan lambat. Sebagai
parameter dari reaksi enzimatis yang diketahui dalam penelitian yaitu Kmax dan
Vmax yang menyatakan bahwa semakin murni suatu enzim maka akan semakin tinggi
pula spesifik aktifitasnya.
Enzim
Enzim merupakan protein yang
disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi reaksi yang berlangsung
didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi, maka
biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung banyaknya.
Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim
dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan
mikroorganisme.
Cara ini memiliki beberapa
kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan
mikroba penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudin
diektraksi. Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya
produksi lebih rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah
dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan
strain mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Enzim secara khasnya
disebut dengan katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya suatu reaksi, tetapi
pada umumnya tidak ikut muncul dalam perekasi tersebut. Enzim ini juga
merupakan protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi
yang berlangsung di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator dengan spesifisitas
dan efisiensi tinggi. Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan
tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat dibutuhkan
oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses reaksi ditubuh
kita akan berjalan lambat. Sebagai parameter dari reaksi enzimatis yang
diketahui dalam penelitianya itu Kmax dan Vmax yang menyatakan bahwa semakin murni
suatu enzim maka akan semakin tinggi
pula spesifikaktifitasnya.
Sebagai protein, enzim miliki sifat-sifat umum protein, misalnya enzim akan
terdenaturasi pada suhu tinggi dan kondisi ekstrim lainnya, seperti terlalu tinggi
atau rendahnya pH atau tekanan. Beberapa oksidator, keadaan polaritas larutan,
dan tekanan osmotic yang abnormal juga dapat menghambat kerja enzim.
1.2 Tujuan
Protein dan Asam Amino
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk melihat daya larut berbagai
asam amino dalam pelarut-pelarut yang berbeda. Praktikum kedua , uji ninhidrin
yang bertujuan untuk mengidentifikasi asam α-amino.
Karbohidrat
Adapun
tujuan dari Praktikum Biokimia ini yang berjudul Karbohidrat berdasarkan sub
judul Peragian dan Uji molisch adalah pada Peragian untuk mengetahui terjadinya
fermentasi yang di lakukan oleh sel ragi dan pada Uji Iod digunakan sebagai uji
umum Karbohidrat (dapat digunakan untuk menentukan semua macam Karbohidrat.)
Lipida
Pada praktikum Lipida ini, sub materi yang dipraktikumkan minggu ini ada
dua.Pertama pada daya kelarutan lipida, ini bertujuan untuk melihat daya
larutan lipida dan asam-asam lemak dalam berbagai pelarut.Kedua, pada praktikum
emulsi dari lemak bertujuan untuk mengamati keadaan emulsi dari lemak dan zat
yang bertindak sebagai emulgatur.
Enzim
Adapun tujuan dari praktikum
biokimia yang berjudul enzim adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain
dalam krimsantan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui
volume dan mutu dari minyak yang dihasilkan.
1.3 Manfaat
Protein
dan Asam Amino
Adapun manfaat yang di peroleh dari praktikum ini adalah untuk
mengetahui daya larut asam amino dalam pelarut-pelarut lain dan
mengetahui bagaimana cara memisahkan asam amino.
Karbohidrat
Manfaat dari praktikum ini adalah bahwa kita dapat mengenal bentuk-bentuk
reaksi dari larutan yang telah di reaksikan dengan berbagai macam bahan yang
mengandung karbohidrat.
Lipida
Manfaat yang dapat kita peroleh dari praktikum ini adalah dengan adanya
hasil dari praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat digunakan sebagi titik
acuan dan bahan perbandingan didalam menjawab segala permasalahan tentang
pengujian dari bagian-bagian Biokimia Dasar tersebut, serta masukan bagi kita
semua di dalam mata kuliah biokimia tersebut, dan menjadi syarat di dalam
memenuhi tugas praktikum dan mata kuliah biokimia dasar ini. Serta dari
praktikum ini kita dapat mengetahui tekhnik atau cara dalan melakukan
pengukuran larutan. Selain itu juga dapat mengenal alat-alat yang digunakan di
iaboratorium ini beserta fungsi alat tersebut
BAB 11
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Protein dan Asam Amino
Abas(2000)
Semua asam amino, atau peptida yang mengandung 2 amino bebas akan bereaksi
dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin
dan hidroksi prolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
Anwar
M (2001), bahwa asam amino merupakan satuan penyusun protein, berdasarkan rumus
bangunnya asam amino dapat dipandang sebagai turunan asam karboksilat, yang
satu atom hidrogennya digantikan oleh gugus amino.
Argham(2001)
Kelarutan protein didalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik
pelarutnya.
Conway
(2007),Pada percobaan ninhidrin didapat hasil yaitu asam amino berupa ahnin
setelah di panaskan dengan campuran ninhidrin pada penangas air warnanya
berubah menjadi biru pekat. Hal ini juga disesuaikan dengan pendapat yang
menyatakan bahwa asam amino yang dipisahkan direaksikan dengan ninhidrin untuk
mengahsilkan warna biru – ungu.
2.2 Karbohidrat
Kurnia Kusnawidjaja (1993)
Uji millon, dengn percobaan millon
albumia berlangsung positif, karein juga positif, tetapi untuk gelarin negatif,
jika mungkin positif lemah sekali, gelarin mengandung sedikit sekali tirosin
Manion (1999), yang menyatakan bahwa cincin tersebut disebut cincin ungu
senyawa kompleks.
Montgomery (1996), menyatakan bahwa ekstrak ragi (bebas sel) mempunyai
kemampuan untuk mengubah glukosa menjadi etanol.
Michael (1991), menyatakan bahwa ketosa dapat dihidrasi lebih cepat
daripada aldosa sehingga diperoleh turunan furfural yang selanjutnya
berkondensasi dengan resorsinol membentuk kompelks merah.
Nuryani (1998), yang menyatakan bahwa apabila beberapa monosakarida
seperti glukosa fruktosa dan manosa diragikan maka akan terbentuk etil alcohol
dan CO2.
Roogers (1991), meyatakan bahwa apabila asam sulfat (K2SO4)
pekat akan menghidrolisis ikatan glikosida (dari polisakarida) maka akan
dihasilkan monosakarida yang serlanjutnya terjadi dehidrasi menjadi furfural
dan turunanya.
Reinhard (1999), menyatakan bahwa apabila HCI (asam klorida) pekat
direasikan dengan gula dan ditambahkan sedikit resorsional maka menghasilkan
4-hidroksi metil furfuran berwama merah).
Lipida
Nelson (2009), produk utama karbohidrat adalah karbondioksida, hidrogen,
metan, asam lemak rantai pendek yang mudah menguap.
2.3 Lipida
Herikson (2003),
menyatakan bahwa biokatalis yang sangat efisien dan asam lemak berfungsi
sebagai bahan bakar metabolik dan pembangunan untuk lipid lain.
Brians (2001), menyatakna
bahwa lipida menggunakan komponen sel atau jaringan terdiri atas beraneka ragam
senyawa sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik seperti eter,
kloroform, dan benzen.
Jhoq Kimball (2001),
menyatakan bahwa lipid adalah zat organik yang sangat hidrofobik yang berarti
bahwa zat-zat tersebut sukar/sam sekali tidak larut dalam air.
Ansell (2001), yang
menyatakan bahwa lipid merupakan asam lemak biasanya zat tersebut tidak larut
dalam air akan tetapi larut dalam pelarut non polar yaitu eter,
chloroform, benzene.
Ekanarmi (2000), menyatakan
bahwa lipida (lemak) bahan baku merupakan penyusun fosfolipid suatu jenis lipid
yang merupakan penyusun membran sel organisme, salah satu contoh senyawa
fosfolipid adalh lesitin yang terdapat dalam otak danjaringan saraf,
Yuris, Brin (2000),
menyatakan bahwa emulsi merupakan sediaan yang mengandung zat yang tidak dapat
bercampur biasanya terdiri meinyak dan air dimana cairan yang satu terdispersi
menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang
Yuntus (2001), menyatakan
bahwa emulsi merupakan sediaan yang obat cair atau larutan obat yang
terdispersi dalam cairan pembawa dan distabilkan oleh zat pengemulsinya atau
surfaktan yang cocok.
Zandrius (2001),
menyatakan bahwa sifat fisik lipid adalatr tidak dapat larut dalam air tetapi
larut dala satu/lebih pelarut organik misalnya eter, kloroform, benzen, dan
sering disebut pelarut lemak. Ada hubungan dengan asep lemak dan estery
mempunyai kemungkinan untuk digunakan oleh makhluk hidup.
Ftanley (2005), menyatakan
bahwa terjadinya emulsi tidak stabil dikarenakan larutan tersebut adanya lemak
dan air sedangkan emulgatornya didalam larutan tidak terdapat (ada) karena
semua tabung tersebut emulsi tidak stabil.
Weinberg (2003),
menyatakan bahwa lipid dikandung oleh organisme adalah lemak yaitu ester-ester
dan gliserol asam-asam (asam karboksil dengan rantai alkoholnya yang panjang).
2.4 Enzim
Jameso Brends (2000), menyatakan bahwa enzim sebagai katalisator karenae nzirn
sebagai suatu zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa ikut atau muncul dalam
hasil reaksi.
Jhonson (2002), menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi minyak
kelapa adalah enzim yang menghidrolisis makromolekul karbohidrat dan protein
(proteolitik).
Reybred (2003), menyatakan bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas
dan efisien sitinggi.
Stone (2003), menyatakan bahwa keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara
lain biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat serta mudah
dikontrol.
Vones (2002), menyatakan bahwa aktivitas spesifik enzim merupakan
parameter reaksi enzim yang dapat mengambarkan daya kerjae nzim yang
bersangkutan.
Wandi (2003), menyatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan karena enzim merupakan
protein biokatalisator yaitu dayatahan pada pH, suhu, dan lingkungan lain
dengan kisaran yang tidak terlalu besar sehingga pemakaian buffer
danpemilihanfaktorlingkungan yang tepatpentingdiperhatikan.
Wibowo (2001), yang menyatakan bahwa pada penambahan getah buah papaya muda
dengan krim santan kelapa jika dicampur antara yang dengan yang lain maka dari warna
rasa dan baunya akan jauh berubah dari awalnya.
BAB 111
MATERI DAN METODA
3.1 Waktu dan tempat
Adapun waktu dan tempat Praktikum Biokimia ini mengenai Protein dan AsamAmino,
Karbohidrat, Lipida dan Enzim dilaksanakan mulai tanggal 16 Maret 2015
sampai dengan 6 April 2015 pukul 02.00 WIB s/d selesai, yang bertempat di Laboraturium
Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
3.2 Materi
Protein dan Asam Amino
Adapun materi yang dipraktikumkan
adalah Protein dan Asam amino. Dalam akan dalam praktikum ini adalah HCL, NaOH,
Aquades (masing-masing 5 ml ). Asam-asam amino (glisin, histidin, dan
tirosin) masing-masing 0,2 g. Asam-asam amino ( glisin, tirosin , histidin)
dalam bentuk cair masing-masing 2 mL, ninpraktikum ini akan mengidentifikasi
kelarutan Protein dan Asam amino. Alat dan bahan yang digunhidrin (2 g/1). Alat
yang di gunakan adalah tabung reaksi , beker gelas , batang pengaduk,
pipet, gelas ukur ,erlemeyer , penngas air dan penjepit tabung reaksi.
Karbohidrat
Adapun alat dan bahan yang
di gunakan pada uji peragian adalah larutan monosakarida, ragi (yeast), NaOH,
akuades, tabung reaksi dan tabung fermentasi. Serta alat dan bahan yang di gunakan pada
uji adalah asam sulfat pekat ,sari
jeruk, sari nanas, sari tebu,sari ubi kayu,air cucian beras, air, alfanftol
(50g/l etanol) dibuat saat akan digunakan,tabung reaksi, pipet tetes dan
penangas air.
Lipida
Materi yang di gunakan pada praktikum lipid ini ialah pada percobaan daya
kelarutan lipida materi yang digunakan adalah keju, margarin, minyak zaitun
sebanyak masing masing 1 ml, air biasa 1 ml, 1 ml atanol, tabung reaksi, kertas
saring, spatula, penjepit tabung dan lesitin telur. Sedangkan pada percobaan emulsi
dari lemak materi yang digunakan minyak zaitun, minyak kelapa, hcl encer, soda,
tabung reaksi, air, dan spatula.
Enzim
Adapun materi yang digunakan pada
praktikumBiokimia mengenai Enzim ini adalah Getah papaya, santan kelpa, Gelas
kimia, batang pengaduk.
3.3 Metoda
Protein dan Asam
Amino
Adapun metoda yang di gunakan dalam praktikum pelarutan asam amino adalah
yang pertama siapkan 4 buah tabung reaksi yang di isi pelarut dengan HCL ,NaOH,
etanol , aquades (masing-masing 5 ml). Kedua larutkan kira-kira 0,2 g
asam amino ke dalam masing-masing pelarut tersebut, gunakan pengaduk bila
perlu, yang ketiga catat bagaimana hasilnya dan bagaimana kesimpulan
saudara.
Adapun metoda yang di gunakan dalam praktikum uji ninhidrin adalah pertama
masukkan 2 ml asam amino yang akan di identifikasi ke dalam tabung reaksi
dengan PH netral, kedua tambahkan pereaksi ninhidrin ,ketiga didihkan selama 2
menit dalam penangas air, dan ke empat amati warna hasil reaksi dan simpulkan
hasil pengamatan anda.
Karbohidrat
Peragian cara kerjanya
adalah sebagai berikut pertama masukkan larutan monosakrida ke dalam sebuah
tabung reaksi, kemudian tambahkan sedikit ragi. Lalu kocoklah sehingga terjadi
suspensi, kemudian suspensi tersebut dimasukkan ke dalam sebuah tabung
peragian, biarkan sejenak pada suhu 30o c (suhu kamar)
sehingga terbentuk CO2, lalu tambahkan NaOH ke dalam suspensi
tersebut (sehingga CO2 yang terbentuk hilang)
Reaksi : CO2
+ 2 NaOH à Na2CO3 + H2O
Kemudian cara kerja (1) s/d (4) juga
dilakukan tanpa menggunakan ragi (sebagai blangko).
Pada
uji iod cara kerjanya adalah sebagai berikut : pertama masukan larutan yang
diuji (pati) kedalam tabung reaksi. Kemudian tambahkan Hcl encer, selanjutnya
tambahkan lagi 2 tetes iod.
Sebagai
belangko lakukan prosedur 1 dan 2 tanpa menggunakan larutan yang diuji (
diganti dengan aquades ). Bandingkan warna yang terjadi antara yang menggunakan
larutan uji ( pati ) dengan blangko aquades.
Lipida
Adapun prosedur kerja
pada praktikum kali ini ialah : pada percobaan daya kelarutan lipida, siapkan 3
tabung reaksi masing masing isi dengan keju, margarin, dan minyak zaitun
sebanyak 1 ml. lalu tambahkan 1 ml air. Pada tabung yang berisi margarin
panaskan terebih dahulu setelah ditambahkan air, homogenkan dan amati. Lalu
teteskan dikertas saring lalu amati transparasi dan penyebarannya.
Setelah itu 3 buah tabung reaksi masing masing masukkan keju, margarin,
minyak zaitun 1 ml. tambahkan 1 ml etanol dan homogenkan lalu tambah air , dan
amati . kemudian, siapkan 3 buah tabung reaksi. Pada tabung pertama, isi 3 ml
air, tambahkan 2 tetes minyak zaitun, homogenkan dan tambah 2 tetes lesitin
telur. Tabung kedua isi 3 ml air, tambah 2 tetes minyak zaitun homogenkan
tambah lagi 2 tetes minyak zaitun.
Adapun prosedur kerja pada emulsi dari lemak, siapkan 4 buah tabung
reaksi isi air 5 ml. tabung pertama tambahkan 1 tetes minyak zaitun,homogenkan
dan tambah HCL encer. Tabung kedua tambah minyak keapa, homogenkan 1 tetes HCL
encer.Tabung ketiga, tambahkan minyak zaitun homogenkan dan tambah 1 teets soda.Tabung
keempat tambahkan minyak kelapa, homogenkan dan tambahkan 1 tetes soda.Amati
masing masing perbedaan pada tabung reaksi.
Enzim
Adapun prosedur kerja pada praktikum
biokimia enzim antara lain siapkan bahan dan alat alat yang akan digunakan.
Masukan getah kates pada gelas kimia campur dengan santan lalu diaduk.
Selanjutnya siapkan gels kimia yang kedua lalu masukan getah papaya dan campur
dengan kulitnya dan selanjutnya siapkan gelas kimia dan masukan santan
kelapa lalu kita lihat dan rasakan
warna, baud an rasanya.
BAB 1V
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Protein dan Asam Amino
Kelarutan asam amino
|
No
|
Asam amino
|
Pelarut
|
|||
|
Aquades
|
HCL
|
NaOH
|
Etanol
|
||
|
1
|
Histidin
|
Larut
|
Larut
|
Larut
|
Tidak larut
|
|
2
|
Glysin
|
Larut
|
Larut
|
Larut
|
Tidak larut
|
|
3
|
Tyrosin
|
Tidak larut
|
Tidak larut
|
Tidak larut
|
Larut
|
Dari kegiatan praktikum yang telah di lakukan maka di dapatkan hasil
setelah di masukkan ke dalam reaksi ciran NaOH di
campur dengan larutan asam amino tirosin, bahwa hasilnya cairan atau larutan
berwarna putih kekeruhan dan tidak semuanya larutan larut dalam larutan
tersebut, ini sesuai dengan pendapat (Rahani,2002),Protein bersifat amfoter,
yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda
di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar
larut.Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan
kloroform.
Asam amino adalah penyusun protein, yaitu asam organic yang mengandung
gugus amino (-NH2) di samping gugus karboksitlat (-COOH),Asam amino yang
terdapat di alam selalu berupa asam amino alpa , artinya gugus –NH2 selalu
terikat pada atom C- alpa ,yaitu atom C di dekat gugus COOH .asam amino yang di
kenal banyak sekali tetapi hanya 20 jenis yang termasuk penyusun protein alami.
Hal ini sesuai dengan pendapat Anwar M (2001), bahwa asam amino merupakan
satuan penyusun protein, berdasarkan rumus bangunnya asam amino dapat dipandang
sebagai turunan asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya digantikan oleh
gugus amino.
Larutan HCl yang di masukkan di dalam tabung reaksi , larutan HCl
sama sekali tidak larut, HCl di atas tirosin di bawah atau di dasar.
Larutan etanol yang di masukkan ke dalam tabung reaksi , larutan
etanol sedikit terlarut dan larutan asam amino tirosin lebih banyak
terdapat di dasar.
Setelah melakukan percobaan pada uji kelarutan asam amino maka didapat
hasilnya yaitu setelah etanol, HCl, NaOH, dan air dicampurkan dengan asam amino
yaitu glisin sebanyak 60 tetes maka senyawa pada pencampuran zat tersebut tetap
seperti semula tidak ada perubahan warna tetapi pada saat asam amino diteteskan
sebanyak 60 tetes kedalam tabung yang berisi HCl, NaOH, etanol, dan air
terjadi suatu pelarutan sehingga pencampuran kedua tersebut tampak berminyak.
Itu terjadi karena adanya proses pelarutan antara larutan asam amino glisin
dengan HCl, NaOH, aquades, dan etanol. Namun pada tabung hasil pencampuran air
dengan glisin, permukaan larutan tersebut bahwa asam amino yang dalam larutan
air akan mengion dan dapat bersifat asam dan basa berwarna biru kehijauan. Jaru
Anwar (2001), menyatakan bahwa asam amino adalah senyawa anorganik yang
mengandung gugus karboksil dengan demikian mempunyai sifat asam-basa.
Uji
ninhidrin
Reaksi
ninhidrin dapat dipakai untuk penentuan kuantitatif asam amino. Dengan
memanaskan campuran asam amino dan ninhidrin, terjadilah larutan berwarna ungu
yang identitasnya dapat ditentukan dengan cara spektrofotometri. Uji Ninhidrin
merupakan uji warna pada protein dengan membentuk larutan berwarna ungu akibat
adanya gugus amino bebas. Semua asam amino dan peptida yang mengandung
gugus α-amino bebas memberikan reaksi ninhidrin yang positif. Reaksi positif,
tyrosin mengandung gugus amino bebas, ditandai dengan warna larutan ungu
setelah dipanaskan.
Uji
ninhidrin
|
Asam Amino
|
Waktu Setelah
Pencampuran
|
Waktu
|
Warna Setelah di Panaskan
|
|
Glisin
|
Ungu
|
01:08:53
|
Ungu Pekat
|
|
Tirosin
|
Bening
|
01:02:95
|
Ungu Tua
|
|
Histidin
|
Ungu Pekat
|
02:00:00
|
Purple
|
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan tentang uji ninhidrin dapat
dibuktikan bahwa ninhidrin senyawa oksidator kuat bereaksi dengan triptofan dan
tyrosin karena ph dari protein tersebut mencapai 4-8. Argham(2001) Kelarutan
protein didalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik
pelarutnya, pendapat ini juga didukung oleh pendapat (Poedjiadi 2004), yaitu
Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik
pelarutnya. Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yang
berbeda-beda.
Sedangkan pada glisin,
histidin, dan tirosin. perubahan warna yang terjadi menunjukan bahwa asam-asam
amino ini bereaksi dengan ninhidrin, hal ini sesuai dengan pendapat Santoso
(2008) yang menyatakan bahwa ninhidrin bereaksi dengan asam amino bebas dan
protein menghasilkan warna biru. Dan juga spendapat dengan Abas(2000) Semua
asam amino, atau peptida yang mengandung 2 amino bebas akan bereaksi dengan
ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan
hidroksi prolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
Reaksi yang paling umum digunakan
untuk analisis kualitatif protein dan produk hasil hidroplisisnya. Reaksi
ninhidrin dapat pula dilakukan terhadap urin untuk mengetahui adanya asam amino
atau mengetahui adanya pelepasn protein oleh cairan tubuh.
Menurut Novita (2009) uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein dan asam
amino.Ninhidrin dapat mengubah asam amino menjadi suatu aldehida.Ninhidrin
dilakukan dengan menambahkan beberapa tetes larutan ninhidrin yang terlihat
tidak warna kedalam sampel, kemudian dipanaskan beberapa menit.Adanya protein
ditandai dengan adanya perubahan warna ungu. Sedangkan menurut Riawan (2000)
protein memiliki molekul besar dengan berat molekul yang bervariasi antara 5000
hingga jutaan dengan hidrolisis oleh asam atau oleh enzim protein akan
menghasilkan asam amino, ada 20 jenis asam amino yang terdapat dalam molekul
protein.
Pada percobaan ninhidrin didapat hasil yaitu asam aminon berupa glisin
setelah di panaskan dengan campuran ninhidrin pada penangas air warnanya
berubah menjadi biru pekat. Hal ini juga disesuaikan dengan pendapat Conway
(2007) yang menyatakan bahwa asam amino yang dipisahkan direaksikan dengan
ninhidrin untuk mengahsilkan warna biru – ungu.
4.2 Karbohidrat
Peragian
Karbohidrat terdiri dari Monosakarida, yang
merupakan senyawa orgarnik yang sangat banyak terdapat dibumi ini.Karbohidrat
dapat dibagi menjadi Monosakarida, Oligosakarisa dan Polisakarida. Lipida
(lemak) tidak dapat dalam air, tapi bisa larut dalam kloroform, bensin. Lipida
disusun atas rantai Hidrokarbon panjang berantai lurus, bercbang, atau membuat
unsur siklis.
Karbohirat merupakan senyawa organik yang
paling berlimpah di bumi ini, yang tersusun terutama oleh monosakarida.
Sebagian besar zat-zat alam merupakan golongan karbohirat fungsinya sebagai
bahan baku (bahan sumber energi) baik untuk mikroorganime, tumbuhan maupun
hewan.
Peragian
|
Larutan
Monosakarida 2ml
|
Ditambah
Ragi
|
Ditambah
NaOH
|
|
Glukosa
|
Putih
Susu
|
Putih Susu Pekat
|
|
Fruktosa
|
Putih
Susu
|
Jernih Bening
|
Tidak terbentuknya Co2, karena suhu atas 30 C, ragi mngendap warna larutan di
bawah keruh. Sedangkan diatas bening. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip
karena adanya pengaruh suhu. Beberapa monosakarida seprti glukosa, fruktosa dan
manosa yang juga disebut ” Zhimoheksosa”.
Hasil dari percobaan ini
yaitu Co2 tidak dapat membentuk pada suhu 300C, karena pada saat praktikum
berlangsung suhu diatas 300C, yang terjadi perubahan hanya terbentuk endapan
dari bagian bawah dan larutan bagian atas agak bening.
Pada praktikum peragian larutan monosakarida
seperti glukosa dan fruktosa jika ditambahkan sedikit ragi maka larutan
tersebut akan berwarna putih susu dan bening, dan bila ditambahkan NaOH 0,5 N
maka larutan glukosa berwarna putih susu dan jernih bening. Hal ini sesuai
dengan pendapat Ket (2001) yang menyatakan monosakarida merupakan satuan
karbohidrat yang paling sederhana, monosakarida tidak bisa dihidroksis menjadi
karbohidrat yang lebih kecil.
Uji Iod
Selulosa + HCl + iod
Putih kekuningan
Aquades
tetap putih bening
Ini disebabkan oleh, selulosa
merupakan karbohidrat. Sesuai dengan bukunya Grindra yang berjudul Biokimia 1,
bahwa karbohidrat atau zat yang mengandung karbohidrat akan mengalami perubahan
warna.
|
5 ml Pati Ditambahkan
|
5 ml Akuades Ditambahkan
|
|
3 ml Hcl Encer
|
3 ml Hcl Encer
|
|
2 Tetes Iod dalam Tabung Reaksi
|
2 Tetes Iod dalam Tabung Reaksi
|
|
Warna : Biru Pekat
|
Warna : Biru Bening Jernih
|
Tabel
3. Hasil Pengamatan Uji Iod
Pernyataan diatas dapat disimpulakan dengan pernyataan Frikson (1998)
yang menyatakan bahwa pati direaksikan dengan larutan iod maka menghasilkan
pati biru dan apabila glikogen dan pati terhidrolisis sebagian akan membentuk
warna merah coklat.
Dan juga menurut (Harold, 2003), yang menyatakan bahwa hanya patilah yang
menunjukkan reaksi positif bila direaksikan dengan iondin. Hal ini disebkan
karena dalam larutan putih, terdapat unit-unit glukosa yang membentuk rantai
heliks karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya
4.3 Lipida
Daya kelarutan
lemak
Tabel 1:
|
Bahan
|
Hasil
|
|
Keju+air
|
Menyatu
|
|
Margarin+air
|
Memisah
|
|
Minyak
zaitun+air
|
Memisah
|
Hasil
percobaan pada daya kelarutan lipida dapat dilihat pada Tabel 1. Yang
menjelaskan bahwa lipida pada umumnya
tidak larut dalam air tetapi sedikit larut dalam pelarut organic. Margarin dan
minyak zaitun yang ditambahkan air lalu dihomogenkan tidak dapat menyatu.Hal
ini dikarenakan terhadap kandungan lipida [ada margarin dan minyak zaitun.
Dalam
identifikasi lipida juga dilakukan pengamatan terhadap noda pada kertas.Hal ini
dimaksudkan agar kita dapat mengetahui ada tidaknya lipid pada sampel percobaan
yang dilakukan.
Sesuai
dengan pendapat (Riawan, 2008) lemak berkarakteristik sebagai biomolekul
organic yang tidak larut atau sedikit larut dalam air dan dapat diekstraksi
dengan pelarut non polar. Serta sesuai juga dengan pendapat (Fessenden , 2006)
lipid didefenisikan sebagai senyawa organic yang terdapat dalam alam semesta
serta tidak larut dalam air.
Table2 :
|
Bahan
|
Penyebarannya
|
|
Keju
|
Menyatu
|
|
Margarin
|
Memisah
|
|
Minyak
zaitun
|
Menyebar
|
Margarin
berasal dari lemak hewan dan biasanya mengandung lebih banyak minyak atau lemak
jenuh dibandingkan lemak tak jenuh.Margarin mengandung sejumlah asam butirat,
asam laurat, dan asam molat. Mentega atau margarin vitamin A,O. protein, dan
karbohidrat. Pada setiap bahan yang dipraktikumkan memiliki penyebaran yang
terjadi.
Table 3:
|
Larutan
|
hasil
|
|
Keju
+ etanol
|
Homogeny
|
|
Margarin
+ etanol
|
Menggumpal
|
|
Minyk
zaitun + etanol
|
Menggelembung
|
|
Minyak
zaitun + etanol
|
Gelembung
diatas, air diatas
|
Dari
bahan yang diujikan , di dapat hasil yang berbeda-beda kerana pada tiap tiap
bahan yang diujikan memiliki sifat kelarutan yang tidak sama sehingga hasilnya
berbeda. Lemak berkarakteristik sebagai biomolekul organic yang tidak larut
atau sedikit larut dalam air dan dapat di ekstraksi dengan larutan non polar.
Dari table diatas,larutan antara larutan lain berbeda hasil yang di dapat. Yang
membuktikan di setiap bahan memiliki kandungan lemak yang tidak sama. Sesuai
dengan pendapat (Salirawati et al,. 2008), bahwa lemak digolongkan berdasarkan
kejenuhan ikatan pada asam lemaknya. Kerana setiap lemak ikatan asam yang
berbeda.
Table 4:
|
Larutan
|
hasil
|
|
Air
+ lesitin telur + minyak zaitun
|
Lesitin
terpisah
|
|
Air
+ miyak zaitun + minyak zaitun
|
Terdapat
gelembung
|
Dari
table 4 dapat diketahui bahwa ketika air dan lesitin di campurkan, tidak dapat
bersatu. Yang menandakan bahwa lesitin telur mengandung lemak dan tidak larut
dalam air.
Ketika
air dan minyak zaitun di homogenkan, maka terjadilah emulsi.Dan penambahan zat
ketiga kembali, memiliki fungsi sebagai daya aktif permukaan sekaligus
bertindak sebagai emulgator.Air dan minyak merupakan cairan yang tidak saling
berbaur tetapi saling ingin terpisah karena mempunyai berat jenis yang berbeda.
Sesuai
dengan pernyataan (Astawan , 2006) yang menyatakan bahwa air dan minyak
merupakan cairan yang tidak saling berbaur karena memiliki berat jenis yang
berbeda. Bahan yang dapat berperan sebagai penegmulsi antara lain kuning telur,
kasein, albumin, atau lesitin seperti yang digunakan pada praktikum ini.
Table 5:
|
Larutan
|
Hasil
|
|
Air
+ minyak zaitun + HCL encer
|
Lebih
bening
|
|
Air
+ minyak kelapa + HCL encer
|
Kurang
bening
|
|
Air
+ minyak zaitun + air soda
|
Lebih
bening
|
|
Air
+ minyak kelapa + air soda
|
Kurang
bening,minyak diatas larutan lebih terlihat
|
Berdasarkan
table 5, dapat disimpulkan bahwa adanya emulsi. Maka pernyataan ini sesuai
dengan pendapat Yustus (2000), yang menyatakan bahwa jika air dan lemak
ternyata tidak stabil saat terjadi emulsi setelah pengocokan.Sehingga kembali
keadaan semula (campuran) setelah di diamkan sejenak.
4.4 Enzim
Enzim
dapat di produksi dengan cara mengekstraksij aringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme.
Cara inimemiliki beberapa kelemahan,
sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan mikroba
penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudian diektraksi.
Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih
rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Hal
tersebut sesuai dengan pendapat Stone (2003), menyatakan bahwa keuntungan
memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi
dalam waktu singkat sertamudah dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan strain
mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Getahpepaya
|
Nama
|
Warna
|
Bau
|
Rasa
|
|||
|
Suka
|
T.suka
|
Suka
|
T.suka
|
Suka
|
T.suka
|
|
|
Sellyoktavia
|
√
|
|
√
|
|
√
|
|
|
Patmawati
|
√
|
|
|
√
|
|
√
|
|
Wahidin
|
√
|
|
|
√
|
|
√
|
|
Roy marganda
|
√
|
|
|
√
|
|
√
|
|
Muslihin
|
√
|
|
|
√
|
|
√
|
Getah papaya + Krimsantankelapa
|
Nama
|
Warna
|
Bau
|
Rasa
|
|||
|
Suka
|
T.suka
|
Suka
|
T.suka
|
Suka
|
T.suka
|
|
|
Sellyoktavia
|
√
|
|
|
√
|
|
√
|
|
Patmawati
|
√
|
|
|
√
|
|
√
|
|
Wahidin
|
√
|
|
|
√
|
√
|
|
|
Roy marganda
|
√
|
|
|
√
|
|
√
|
|
Muslihin
|
√
|
|
|
√
|
√
|
|
Krimsantankelapa
|
Nama
|
Warna
|
Bau
|
Rasa
|
|||
|
Suka
|
T.suka
|
Suka
|
T.suka
|
Suka
|
T.suka
|
|
|
Sellyoktavia
|
√
|
|
√
|
|
√
|
|
|
Patmawati
|
√
|
|
√
|
|
√
|
|
|
Wahidin
|
√
|
|
√
|
|
√
|
|
|
Roy marganda
|
√
|
|
√
|
|
√
|
|
|
Muslihin
|
√
|
|
√
|
|
√
|
|
Dalam praktikum ini jenis tanaman yang digunakan dalam uji enzim ini
adalah buah papaya.Karena papaya mengandungenzim papain yang kemudian di
campurkan dengan krim santan kelapa sehingga menghasilkan minyak. Enzim ini diproduksi
dengan cara mengekstraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Jhonson
(2002), menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi minyak kelapa adalah
enzim yang menghidrolisis makromolekul karbohidrat dan protein (proteolitik).
Dari pengamatan yang telah dilakukan, pada uji Organoleptik terdapat hasil
yang berbeda-beda, hal ini disebabkan karena berbedanya penadapat masing-masing
orang saat dilakukan pengujian.Pada saat getah buah papaya ditambahkan dengan krimsantan
kelapa mengalami perubahan.Hal ini sesuai dengan pernyataan (Wibowo2001), yang
menyatakan bahwa pada penambahan getah buah papaya muda dengan krim santan kelapa
jika dicampura ntara yang dengan yang lain maka dari warna rasa dan baunya akan
jauh berubah dari awalnya.
Enzim secara khasnya disebut dengan katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya
suatu reaksi, tetapi pada umumnya tidak ikut muncul dalam perekasian tersebut ungkapa
ntersebut di dukung oleh pendapat Jameso Brends (2000) yang menyatakan bahwa enzim
sebagai katalisator karena enzirn sebagai suatu zat yang dapat mempercepat reaksi
kimia tanpa ikut atau muncul dalam hasil reaksi.
Enzim ini juga merupakan protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis
reaksi yang berlangsung di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator dengan
spesifisitas dan efisiensi tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat Reybred
(2003) yang menyatakan bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas
dan efisiensi tinggi.
Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan tanaman atau
hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat dibutuhkan oleh jaringan
tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses reaksi ditubuh kita akan berjala
nlambat. Sebagai parameter dari reaksi enzimatis yang diketahui dalam penelitianya ituKmax dan Vmax yang menyatakan
bahwa semakin murni suatu enzim maka akan semakin tinggi pula spesifik aktifitasnya.Hal
ini sesuai dengan pendapat Vones (2002) yang menyatakan bahwa aktivitas spesifik
enzim merupakan parameter reaksi enzim yang dapat mengambarkan daya kerja enzim
yang bersangkutan.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Protein dan Asam Amino
Protein dan asam amino memberikan reaksi yang
bersifat khas, bukan hanya bagi gugus amino dan gugus karboksil bebas, tetapi
juga bagi gugus R yang terkandung di dalamnya. Protein dapat bereaksi dengan
pereaksi-pereaksi lain seperti juga asam amino yang menjadi penyusunnya.
Protein dapat mengendap atau terdenaturasi oleh logam berat, garam-garam
anorganik, rusaknya struktur tersier dan kwartener, serta karena berada pada
titik isolistriknya.
Dengan
melaksanakan praktikum mengenai kelarutan asam amino, dapat disimpulkan bahwa
Daya larut beberapa asam amino tertentu dapat larut pada pelarut tertentu,
misalnya : glisin dan histidin dapat larut dalam larutan HCl, NaOH dan Aquades,
sedangkan tirosin larut dalam larutan etanol.
Karbohidrat
Dari kegiatan Praktikum ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Karbohidrat
merupakan kelompok besar senyawa polihidroksialdehida dan polihidroksiketon
atau senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida atau
polihidroksiketon. Karbohidrat dikelompokkan menjadi empat kelompok penting
yaitu monosa-karida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Pengujian
pada karbohidrat ada 2 macam yang dilaksanakan pada praktikum ini yaitu uji
molisch dan uji peragian. Fruktosa adalah larutan yang memiliki warna yang
berbeda yaitu merah bata dibandingkan dengan larutan yang lain yang memiliki
warna biru kemerah-merahan. Glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa, galaktosa, dan
maltosa merupakan karbohidrat, ini ditandai dengan adanya perubahan warna pada
larutan.
Lipida
Dari hasil praktikum lipida bahwa lipida
merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air. Tetapi larut dalam
pelarut organik nonpolar. Seperti eter,benzene, kloroform, bensin, alcohol,
tetra. Lipid tidak memiliki rumus molekul yang dan terdiri dan dari golongan
yang berbeda dan lemak yang di campurkan dalam bahan lain seperti air dan
pelarut organicnya akan membentuk emulsi namun setelah dibiarkan beberapa saat
akan kembali pada keaadan sebelumnya. karenakan tidak stabil dan mjnyak akan
selalu berada pada bagian atas.
Enzim
Kesimpulan dari praktikum Enzima dalah Enzim merupakan protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi
reaksi yang berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat
bervariasi, maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak
terhitung banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan
efisiensi tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan
tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Hasil uji Organoleptik menghasilkan
tanggapan indera yang berbeda-beda. Kemudian pada percobaan getah pepaya 5 dari
5 orang pada kelompok 5 menyukai warna dari getah pepaya tersebut, 1 dari 5
orang menyukai bau getah pepaya dan 4 dari lima orang tidak menyukai bau dari
darah tersebut, 1 dari 5 orang menyukai rasa getah buah pepaya dan 4 dari 5
orang tidak menyukai rasa pada getah buah pepaya. Pada krim santan itu sendiri
5 dari 5 orang menyukai warna pada krim santan, 5 dari 5 orang juga menyukai
bau dari krim santan serta 5 dari 5 orang juga menyukai rasa dari krim santan.
Serta pada getah pepaya yang telah dihomogenkan dengan santan 5 dari 5 orang
menyukai warnanya tetapi 5 dari 5 orang tidak menyukai baunya tetapi pada
rasanya ada 2 orang yang menyukai dan 3 orang tidak menyukai rasa dari getah
pepaya+krim santan tersebut.
5.2 Saran
Bagi
praktikan yang mengontrak mata kuliah Biokimia selanjutnya diharapkan lebih
bersungung-sungguh dalam melaksanakan praktikum dan lebih meningkatkan
ketelitiannya dalam bekerja, serta dapat meningkatkan kekompakan dalam kelompoknya.
Kareana dengan demikian mudah-mudahan pratikum akan berlangsung sesuai dengan
apa yang diharapkan dan mendapat hasil yang maksimal.