Selasa, 05 Mei 2015

laporan semester biokimia



LAPORAN SEMESTER PRAKTIKUM
BIOKIMIA

(Protein dan Asam amino, Karbohidrat, Lipida, Enzim)








http://ferarita.files.wordpress.com/2012/10/logo_unja1.png






                    FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur  kami ucapkan kehadirat Allh SWT  yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada saya , sehingga saya dapat menyelesaikan pembuatan laporan semester Pratikum Biokimia tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terimah kasih kepada Asisten Dosen Biokimia selaku pembimbing utama dalam pratikum ini. Demikian laporan ini saya berharap agar bermanfaat bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari.
Saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar laporan ini dapat menjadi lebih baik kedepannya.










                                                                  
                                                                    Jambi,06 November 2014
                                                                            
                                                                             Penulis

DAFTAR ISI

                                                                                                            Halaman
   KATA PENGANTAR……………………………………………………….
   DAFTAR ISI……………………………………………………………..…..
   1.PENDAHULUAN…………………………….…………...………………1
      1.Latar Belakang……………………………………………………………1
 2.TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………………....12
 3..MATERI DAN METODE………………………………………………….16
       1.Waktu dan Tempat……………………………………………………….16
       2.Materi…………………………………………………………………….16
       3.Metoda…………………………………………………………………...17
   4.HASIL DAN PEMBAHASAN……………………………………………..20
      1.Protein dan Asam Amino ....………………………………………………20
      2.Karbohidrat………………………………………………………………..23
      3.Lipida……………. ……………………………………………………….25
      4.Enzim……………………………………………………………………...28
   5.PENUTUP…………………………………………………………………..31
      1.Kesimpulan………………………………………………………………..31
      2.Saran………………………………………………………………………
   6.DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………                     











BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Asam Amino
                Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.
               Protein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya. Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida, yang mengikat gugus karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya. Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma dengan bantuan ribosom dan tRNA. Pada polimerisasi asam amino, gugus -OH yang merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan bagian gugus amina asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. Oleh sebab itu, reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. Molekul asam amino yang telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino.
               Pada umumnya asam amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis protein,  baik menggunakan enzim maupun dengan menggunakan asam, dengan cara ini diperoleh campuran bermacam-macam asam amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupun kualitasnya masing-masing asam amino perlu diadakan pemisahan antara asam-asam amino tersebut. Ada empat tingkat struktur dasar protein, yaitu struktur primer, sekunder, tersier, dan kuartener.
a.Stuktur primer
susunan primer protein merupakan suatu rangkaian uhit-unit asam amino dengan gugus-gugus R berda dalam posisi “trans”
b.Struktur sekunder
nama lainnya adalah stuktur helik, terjadi karenapa adanya ikatan hydrogen antara atom oksigen dari radikal karboksil dengan atom hydrogen dari radikal –N-H yang terdapat pada 1 rantai peptide.
c.struktur tersier
struktur tersier menunjukkan kecenderungan peptide membentuk lipatan dan dengan demikian membentuk 5 struktur yang lebih kompleks.
d.struktur kuarterner  
struktur kuaterner menunjukkan derajat persekutuan unit-unit protein.
 Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Asam amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau bahkan tidak larut dalam pelarut organic, dan titik leburnya sangat tinggi.
Ninhidrin, suatu senyawa oksidator kuat bereaksi dengan semua asam α-amino pada Ph 4-8 dan dihasilkan senyawa berwarna biru. Asam-asam amino, prolin dan hidroksi prolin juga bereaksi dengan ninhidrin akan tetapi manghasilkan warna kuning.
           Protein terkonnjugasi  adalah struktur yang juga melibatkan bagian bukan protein yang disebut gugus prostetik. Gugus prostetik sering kali berupa ion logam atau molekul organik kecil.Rantai peptida dari molekul protein yang sejenis selalu terlipat dengan cara yang sama. Pelipatan rantai peptida membentuk molekul protein tertentu disebut dengan konformasi rantai.
           Faktor-faktor yang mempengaruhi konformasi protein antara lain hadirnya residu asam ammino aromatik atau alifatik dalam rantai peptida, jembatan disulfida, ikatan ion (jembatan garam), dan ikatan hidrogen.
Protein merupakan komponen utama semua sel mahluk hidup. Protein berfungsi sebagai pembentuk struktur sel yang menghasilkan hormon, enzim, dan lain-lain. Ditinjau dari segi kimia, protein merupakan suatu senyawa polimer dari asam amino dengan berat molekul tingi (104 sampai 106).
                        Protein sederhana adalah molekul yang semata-mata tersusun dari sebuah atau beberapa rantai peptida.


Karbohidrat

Karbohidrat terdiri dari Monosakarida, yang merupakan senyawa orgarnik yang sangat banyak terdapat dibumi ini.Karbohidrat dapat dibagi menjadi Monosakarida, Oligosakarisa dan Polisakarida. Lipida (lemak) tidak dapat dalam air, tapi bisa larut dalam kloroform, bensin. Lipida disusun atas rantai Hidrokarbon panjang berantai lurus, bercbang, atau membuat unsur siklis.
Karbohirat merupakan senyawa organik yang paling berlimpah di bumi ini, yang tersusun terutama oleh monosakarida. Sebagian besar zat-zat alam merupakan golongan karbohirat fungsinya sebagai bahan baku (bahan sumber energi) baik untuk mikroorganime, tumbuhan maupun hewan.
Karbohidrat sering disebut dengan sakar, yang terbentuk pada proses fotosintesis sehingga merupakan senyawa perantara awal dalam penyatuan CO2, Hidrogen, Oksigen, dan energi matahari ke dalam bentuk hayati. Karbohidrat merupakan sumber karbon untuk sintesa biomolekul dan sebagai bentuk energy poiimerik, dan komponen dari unsur- unsur struktural sel dan merupakan bagian dari asam nukleat. Dan karbohidrat ini mengandung komponen utama dan paling utama yaitu monosakarida.
Karbohidrat merupakan komponen penting pada beberapa senyawa seperti dinding sel tanaman bakteri, mukopolisakarida kulit dan jaringan pengikat pada hewan. Karbohidrat dibagi atas monosakarida seperti fruktosa" glukosa, manosa galaktosa dan sebagainya.Komponen gula yang terdiri 6 atom C, disakarida (2 komponen monosakarida), oligosakarida (3-6 komponen monosakarida) ditentukan juga oleh gugus yang karakteristik sebagai aldoheksosa atau ketoheksosa. Monomer monosakarida merupakan senyawa aldosa atau ketosa yang dinamakan sesuai dengan jumlah karton pada eantainya. Mengenai struktur senyawa karbohidrat dikenal sistem terbuka dari E. Fischer, terfutup dari Tollens, dan berbanding yang diproyeksikan dari Harworth. Pembagian selengkapanya dari karbohidrat adalah sebagai berikut monosakarida disebut juga gula sederhana diosa, triosa, tetrosa dan pentosa (arabinosa, xylosa dan ribosa), heksosa (glukosa, fruktosa galaktosa dan manosa). Kedua oligosakarida yaitu di, tri, tera, penta dan heksasakarida (disakarida terdiri sukrosa maltosa, laktosa), dan ketiga polisakarida yaitu amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa.
Karbohidrat ini tersusun oleh tiga bagaian yaitu polihidroksi aldehid, polihidroksi protease, dan polihidroksi keton. Karbohidrat terdiri dari tiga bagian diantaranya monosakaraida, oligosakarida, dan polisakarida.
Asam amino merupakan senyawa organik yang mengandung gugus amino dan karboksil. Alam amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau bahkan tidak larut dalam pelarut organik, dan titik leburnya sangat tinggi Asam amino dibebaskan dari ikatan peptida pada hidrolisi enzim (protease) atau asam, dan asam amino dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dengan cara kromatografi. Semua asam amino mengandung gugus fungsional yang dapat bekerja sebagai asam atau basa tergantung pada pH lingkungan. Dalam protein terdapat proses denaturasi yang berkaitan dengan tergantungnya ikatan atau interaksi kimiawi antar molekul.

Lipida
Lipida merupakan komponen sel atau jaringan yang terdiri atas beraneka ragam senyawa yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik. Lipida tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organiknya, berupa: eter, kloroform, benzen, alcohol, bensin, dan tetra yang karena sebagian besar tergolong gugus lipofil. Secara sederhana lipida terdiri dari asil gliserol, fosfolipida, sfingolipida, glikolipida, lipida terpen, termasuk korotenoid, dan steroid.Dalam lipida ini terdapat dua komponen utama yaitu lemak (olive), dan minyak (oil).Lemak lebih banyak ditemukan pada hewan, dan minyak lebih banyak diperoleh dari tumbuh- tumbuhan.
Lemak (lipida) merupakan senyawa organik yang tidak larut dalarn air tetapi dapat diekstrasikan dengan pelarut non polar seperti kloroform, benzen, dan eter.Lemak terdiri dari ester asam lemak dan gliserin, Iemak tidak dalam air tetapi larut dalam ester, kloroform, bensin" karena sebagian besar tergolong gugus lipofil.Dialam terdapat sebagai lemak yang netral dan disamping zat-zat yang menyerupai lemak (lipoid).Lipida terutama disusun atas rantai hidrokarbon panjang beiantai lurus, bercabang atau membuat stnrktur siklis.Lipida kompleks mengandung komponen non lipida seperti fosfat pada lipida protein pada proteolipida atau pada glukolipida.Trigleserida atau hiasil gliserol merupakan molekul tidak bermuatan dan dikenal juga sebagai lipida nehal, lemak atau minyak sederhana.Trigleserida merupakan bagian lipida yang dikonsumsi.Trigleserida terurai menjadi komponen penyusun oleh lipase.Fosfolipida merupakan turunan tiasil gliserol yang salah satu komponen asam lemaknya oleh senyawa fosfat.Fosfolipida yang sering dijumpai dialam adalah lesitin, sefalin" fosfogliserida serin, fosfogleserida inositol.
Trigliserida disebut juga lipid Netral, yang merupakan molekul yang tidak bermutan.Sedangkan Enzim protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengktalisis reaksi yang berlangsung didalamnya.
Enzim merupakan protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi reaksi yang berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi, maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme.
Cara ini memiliki beberapa kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan mikroba penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudin diektraksi. Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan strain mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Enzim secara khasnya disebut dengan katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya suatu reaksi, tetapi pada umumnya tidak ikut muncul dalam perekasian tersebut.Enzim ini juga merupakan protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang berlangsung di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi. Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat dibutuhkan oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses reaksi ditubuh kita akan berjalan lambat. Sebagai parameter dari reaksi enzimatis yang diketahui dalam penelitian yaitu Kmax dan Vmax yang menyatakan bahwa semakin murni suatu enzim maka akan semakin tinggi pula spesifik aktifitasnya.

Enzim

Enzim merupakan protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi reaksi yang berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi, maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme.
Cara ini memiliki beberapa kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan mikroba penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudin diektraksi. Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan strain mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Enzim secara khasnya disebut dengan katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya suatu reaksi, tetapi pada umumnya tidak ikut muncul dalam perekasi tersebut. Enzim ini juga merupakan protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang berlangsung di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi. Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat dibutuhkan oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses reaksi ditubuh kita akan berjalan lambat. Sebagai parameter dari reaksi enzimatis yang diketahui dalam penelitianya itu Kmax dan Vmax yang menyatakan bahwa semakin murni suatu  enzim maka akan semakin tinggi pula spesifikaktifitasnya.
Sebagai protein, enzim miliki sifat-sifat umum protein, misalnya enzim akan terdenaturasi pada suhu tinggi dan kondisi ekstrim lainnya, seperti terlalu tinggi atau rendahnya pH atau tekanan. Beberapa oksidator, keadaan polaritas larutan, dan tekanan osmotic yang abnormal juga dapat menghambat kerja enzim.

1.2 Tujuan
Protein dan Asam Amino
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk melihat daya larut berbagai asam amino dalam pelarut-pelarut yang berbeda. Praktikum kedua , uji ninhidrin yang bertujuan untuk mengidentifikasi asam α-amino.
 Karbohidrat
          Adapun tujuan dari Praktikum Biokimia ini yang berjudul Karbohidrat berdasarkan sub judul Peragian dan Uji molisch adalah pada Peragian untuk mengetahui terjadinya fermentasi yang di lakukan oleh sel ragi dan pada Uji Iod digunakan sebagai uji umum Karbohidrat (dapat digunakan untuk menentukan semua macam Karbohidrat.)

Lipida
Pada praktikum Lipida ini, sub materi yang dipraktikumkan minggu ini ada dua.Pertama pada daya kelarutan lipida, ini bertujuan untuk melihat daya larutan lipida dan asam-asam lemak dalam berbagai pelarut.Kedua, pada praktikum emulsi dari lemak bertujuan untuk mengamati keadaan emulsi dari lemak dan zat yang bertindak sebagai emulgatur.

Enzim
            Adapun tujuan dari praktikum biokimia yang berjudul enzim adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain dalam krimsantan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui volume dan mutu dari minyak yang dihasilkan.

1.3 Manfaat
 Protein dan Asam Amino
            Adapun manfaat yang di peroleh dari praktikum ini adalah  untuk mengetahui daya larut asam amino dalam pelarut-pelarut lain dan  mengetahui bagaimana cara memisahkan asam amino.
 Karbohidrat
Manfaat dari praktikum ini adalah bahwa kita dapat mengenal bentuk-bentuk reaksi dari larutan yang telah di reaksikan dengan berbagai macam bahan yang mengandung karbohidrat.
Lipida
Manfaat yang dapat kita peroleh dari praktikum ini adalah dengan adanya hasil dari praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat digunakan sebagi titik acuan dan bahan perbandingan didalam menjawab segala permasalahan tentang pengujian dari bagian-bagian Biokimia Dasar tersebut, serta masukan bagi kita semua di dalam mata kuliah biokimia tersebut, dan menjadi syarat di dalam memenuhi tugas praktikum dan mata kuliah biokimia dasar ini. Serta dari praktikum ini kita dapat mengetahui tekhnik atau cara dalan melakukan pengukuran larutan. Selain itu juga dapat mengenal alat-alat yang digunakan di iaboratorium ini beserta fungsi alat tersebut




BAB 11
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Protein dan Asam Amino 
Abas(2000) Semua asam amino, atau peptida yang mengandung 2 amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan hidroksi prolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
Anwar M (2001), bahwa asam amino merupakan satuan penyusun protein, berdasarkan rumus bangunnya asam amino dapat dipandang sebagai turunan asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya digantikan oleh gugus amino.
Argham(2001) Kelarutan protein didalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya.
Conway (2007),Pada percobaan ninhidrin didapat hasil yaitu asam amino berupa ahnin setelah di panaskan  dengan campuran ninhidrin pada penangas air warnanya berubah menjadi biru pekat. Hal ini juga disesuaikan dengan pendapat yang menyatakan bahwa asam amino yang dipisahkan direaksikan dengan ninhidrin untuk mengahsilkan warna biru – ungu.
2.2 Karbohidrat

Kurnia Kusnawidjaja (1993) Uji millon, dengn percobaan millon albumia berlangsung positif, karein juga positif, tetapi untuk gelarin negatif, jika mungkin positif lemah sekali, gelarin mengandung sedikit sekali tirosin
Manion (1999), yang menyatakan bahwa cincin tersebut disebut cincin ungu senyawa kompleks.
Montgomery (1996), menyatakan bahwa ekstrak ragi (bebas sel) mempunyai kemampuan untuk mengubah glukosa menjadi etanol.
Michael (1991), menyatakan bahwa ketosa dapat dihidrasi lebih cepat daripada aldosa sehingga diperoleh turunan furfural yang selanjutnya berkondensasi dengan resorsinol membentuk kompelks merah.
Nuryani (1998), yang menyatakan bahwa apabila beberapa monosakarida seperti glukosa fruktosa dan manosa diragikan maka akan terbentuk etil alcohol dan CO2.
Roogers (1991), meyatakan bahwa apabila asam sulfat (K2SO4) pekat akan menghidrolisis ikatan glikosida (dari polisakarida) maka akan dihasilkan monosakarida yang serlanjutnya terjadi dehidrasi menjadi furfural dan turunanya.
Reinhard (1999), menyatakan bahwa apabila HCI (asam klorida) pekat direasikan dengan gula dan ditambahkan sedikit resorsional maka menghasilkan 4-hidroksi metil furfuran berwama merah).
Lipida
Nelson (2009), produk utama karbohidrat adalah karbondioksida, hidrogen, metan, asam lemak rantai pendek yang mudah menguap.

2.3 Lipida

Herikson (2003), menyatakan bahwa biokatalis yang sangat efisien dan asam lemak berfungsi sebagai bahan bakar metabolik dan pembangunan untuk lipid lain.
Brians (2001), menyatakna bahwa lipida menggunakan komponen sel atau jaringan terdiri atas beraneka ragam senyawa sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, dan benzen.
Jhoq Kimball (2001), menyatakan bahwa lipid adalah zat organik yang sangat hidrofobik yang berarti bahwa zat-zat tersebut sukar/sam sekali tidak larut dalam air.
Ansell (2001), yang menyatakan bahwa lipid merupakan asam lemak biasanya zat tersebut tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam pelarut non polar yaitu  eter, chloroform, benzene.
Ekanarmi (2000), menyatakan bahwa lipida (lemak) bahan baku merupakan penyusun fosfolipid suatu jenis lipid yang merupakan penyusun membran sel organisme, salah satu contoh senyawa fosfolipid adalh lesitin yang terdapat dalam otak danjaringan saraf,
Yuris, Brin (2000), menyatakan bahwa emulsi merupakan sediaan yang mengandung zat yang tidak dapat bercampur biasanya terdiri meinyak dan air dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang
Yuntus (2001), menyatakan bahwa emulsi merupakan sediaan yang obat cair atau larutan obat yang terdispersi dalam cairan pembawa dan distabilkan oleh zat pengemulsinya atau surfaktan yang cocok.
Zandrius (2001), menyatakan bahwa sifat fisik lipid adalatr tidak dapat larut dalam air tetapi larut dala satu/lebih pelarut organik misalnya eter, kloroform, benzen, dan sering disebut pelarut lemak. Ada hubungan dengan asep lemak dan estery mempunyai kemungkinan untuk digunakan oleh makhluk hidup.
Ftanley (2005), menyatakan bahwa terjadinya emulsi tidak stabil dikarenakan larutan tersebut adanya lemak dan air sedangkan emulgatornya didalam larutan tidak terdapat (ada) karena semua tabung tersebut emulsi tidak stabil.
Weinberg (2003), menyatakan bahwa lipid dikandung oleh organisme adalah lemak yaitu ester-ester dan gliserol asam-asam (asam karboksil dengan rantai alkoholnya yang panjang).

2.4 Enzim

Jameso Brends (2000), menyatakan bahwa enzim sebagai katalisator karenae nzirn sebagai suatu zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa ikut atau muncul dalam hasil reaksi.
Jhonson (2002), menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi minyak kelapa adalah enzim yang menghidrolisis makromolekul karbohidrat dan protein (proteolitik).
Reybred (2003), menyatakan bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas dan efisien sitinggi.
Stone (2003), menyatakan bahwa keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol.
Vones (2002), menyatakan bahwa aktivitas spesifik enzim merupakan parameter reaksi enzim yang dapat mengambarkan daya kerjae nzim yang bersangkutan.
Wandi (2003), menyatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan karena enzim merupakan protein biokatalisator yaitu dayatahan pada pH, suhu, dan lingkungan lain dengan kisaran yang tidak terlalu besar sehingga pemakaian buffer danpemilihanfaktorlingkungan yang tepatpentingdiperhatikan.
Wibowo (2001), yang menyatakan bahwa pada penambahan getah buah papaya muda dengan krim santan kelapa jika dicampur antara yang dengan yang lain maka dari warna rasa dan baunya akan jauh berubah dari awalnya.











BAB 111
MATERI DAN METODA

3.1 Waktu dan tempat
        Adapun waktu dan tempat Praktikum Biokimia ini mengenai Protein dan AsamAmino, Karbohidrat, Lipida dan Enzim dilaksanakan mulai tanggal 16 Maret 2015 sampai dengan 6 April 2015 pukul 02.00 WIB s/d selesai, yang bertempat di Laboraturium Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
3.2 Materi
Protein dan Asam Amino
        Adapun materi yang dipraktikumkan adalah Protein dan Asam amino. Dalam akan dalam praktikum ini adalah HCL, NaOH, Aquades (masing-masing  5 ml ). Asam-asam amino (glisin, histidin, dan tirosin) masing-masing 0,2 g. Asam-asam amino ( glisin, tirosin , histidin) dalam bentuk cair masing-masing 2 mL, ninpraktikum ini akan mengidentifikasi kelarutan Protein dan Asam amino. Alat dan bahan yang digunhidrin (2 g/1). Alat yang di gunakan adalah tabung reaksi , beker gelas , batang pengaduk, pipet,  gelas ukur ,erlemeyer , penngas air dan penjepit tabung reaksi.
Karbohidrat
Adapun alat dan bahan yang di gunakan pada uji peragian adalah larutan monosakarida, ragi (yeast), NaOH, akuades, tabung reaksi dan tabung fermentasi. Serta alat dan bahan yang di gunakan pada uji  adalah asam sulfat pekat ,sari jeruk, sari nanas, sari tebu,sari ubi kayu,air cucian beras, air, alfanftol (50g/l etanol) dibuat saat akan digunakan,tabung reaksi, pipet tetes dan penangas air.
Lipida
Materi yang di gunakan pada praktikum lipid ini ialah pada percobaan daya kelarutan lipida materi yang digunakan adalah keju, margarin, minyak zaitun sebanyak masing masing 1 ml, air biasa 1 ml, 1 ml atanol, tabung reaksi, kertas saring, spatula, penjepit tabung dan lesitin telur. Sedangkan pada percobaan emulsi dari lemak materi yang digunakan minyak zaitun, minyak kelapa, hcl encer, soda, tabung reaksi, air, dan spatula.

Enzim
            Adapun materi yang digunakan pada praktikumBiokimia mengenai Enzim ini adalah Getah papaya, santan kelpa, Gelas kimia, batang pengaduk.
3.3 Metoda
Protein dan Asam Amino
Adapun metoda yang di gunakan dalam praktikum pelarutan asam amino adalah yang pertama siapkan 4 buah tabung reaksi yang di isi pelarut dengan HCL ,NaOH, etanol , aquades (masing-masing 5 ml). Kedua  larutkan kira-kira 0,2 g asam amino ke dalam masing-masing pelarut tersebut, gunakan pengaduk bila perlu, yang ketiga catat bagaimana  hasilnya dan bagaimana kesimpulan saudara.
Adapun metoda yang di gunakan dalam praktikum uji ninhidrin adalah pertama masukkan 2 ml asam amino yang akan di identifikasi ke dalam tabung reaksi dengan PH netral, kedua tambahkan pereaksi ninhidrin ,ketiga didihkan selama 2 menit dalam penangas air, dan ke empat amati warna hasil reaksi dan simpulkan hasil pengamatan anda.
Karbohidrat
Peragian cara kerjanya adalah sebagai berikut pertama masukkan larutan monosakrida ke dalam sebuah tabung reaksi, kemudian tambahkan sedikit ragi. Lalu kocoklah sehingga terjadi suspensi, kemudian suspensi tersebut dimasukkan ke dalam sebuah tabung peragian, biarkan sejenak pada suhu 30o c (suhu kamar) sehingga terbentuk CO2, lalu tambahkan NaOH ke dalam suspensi tersebut (sehingga CO2 yang terbentuk hilang)
Reaksi : CO2  +  2 NaOH à Na2CO3  +  H2O
Kemudian cara kerja (1) s/d (4) juga dilakukan tanpa menggunakan ragi (sebagai blangko).
            Pada uji iod cara kerjanya adalah sebagai berikut : pertama masukan larutan yang diuji (pati) kedalam tabung reaksi. Kemudian tambahkan Hcl encer, selanjutnya tambahkan lagi 2 tetes iod.
            Sebagai belangko lakukan prosedur 1 dan 2 tanpa menggunakan larutan yang diuji ( diganti dengan aquades ). Bandingkan warna yang terjadi antara yang menggunakan larutan uji ( pati ) dengan blangko aquades.

Lipida

            Adapun prosedur kerja pada praktikum kali ini ialah : pada percobaan daya kelarutan lipida, siapkan 3 tabung reaksi masing masing isi dengan keju, margarin, dan minyak zaitun sebanyak 1 ml. lalu tambahkan 1 ml air. Pada tabung yang berisi margarin panaskan terebih dahulu setelah ditambahkan air, homogenkan dan amati. Lalu teteskan dikertas saring lalu amati transparasi dan penyebarannya.
Setelah itu 3 buah tabung reaksi masing masing masukkan keju, margarin, minyak zaitun 1 ml. tambahkan 1 ml etanol dan homogenkan lalu tambah air , dan amati . kemudian, siapkan 3 buah tabung reaksi. Pada tabung pertama, isi 3 ml air, tambahkan 2 tetes minyak zaitun, homogenkan dan tambah 2 tetes lesitin telur. Tabung kedua isi 3 ml air, tambah 2 tetes minyak zaitun homogenkan tambah lagi 2 tetes minyak zaitun.
Adapun prosedur kerja pada emulsi dari lemak, siapkan 4 buah tabung reaksi isi air 5 ml. tabung pertama tambahkan 1 tetes minyak zaitun,homogenkan dan tambah HCL encer. Tabung kedua tambah minyak keapa, homogenkan 1 tetes HCL encer.Tabung ketiga, tambahkan minyak zaitun homogenkan dan tambah 1 teets soda.Tabung keempat tambahkan minyak kelapa, homogenkan dan tambahkan 1 tetes soda.Amati masing masing perbedaan pada tabung reaksi.
Enzim
            Adapun prosedur kerja pada praktikum biokimia enzim antara lain siapkan bahan dan alat alat yang akan digunakan. Masukan getah kates pada gelas kimia campur dengan santan lalu diaduk. Selanjutnya siapkan gels kimia yang kedua lalu masukan getah papaya dan campur dengan kulitnya dan selanjutnya siapkan gelas kimia dan masukan santan kelapa  lalu kita lihat dan rasakan warna, baud an rasanya.
























BAB 1V
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Protein dan Asam Amino

 Kelarutan asam amino

No
Asam amino
Pelarut
Aquades
HCL
NaOH
                Etanol
1
Histidin
Larut
Larut
Larut
Tidak  larut
2
Glysin
Larut
Larut
Larut
Tidak larut
3
Tyrosin
Tidak larut
Tidak larut
Tidak larut
Larut
Dari kegiatan praktikum yang telah di lakukan maka di dapatkan hasil  setelah di masukkan  ke dalam reaksi ciran NaOH  di   campur dengan larutan asam amino tirosin, bahwa hasilnya cairan atau larutan berwarna putih kekeruhan dan tidak semuanya larutan larut dalam larutan tersebut, ini sesuai dengan pendapat (Rahani,2002),Protein bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut.Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform.
Asam amino adalah penyusun protein, yaitu asam organic yang mengandung gugus amino (-NH2) di samping gugus karboksitlat (-COOH),Asam amino yang terdapat di alam selalu berupa asam amino alpa , artinya gugus –NH2 selalu terikat pada atom C- alpa ,yaitu atom C di dekat gugus COOH .asam amino yang di kenal banyak sekali tetapi hanya 20 jenis yang termasuk penyusun protein alami. Hal ini sesuai dengan pendapat Anwar M (2001), bahwa asam amino merupakan satuan penyusun protein, berdasarkan rumus bangunnya asam amino dapat dipandang sebagai turunan asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya digantikan oleh gugus amino.
Larutan HCl yang di masukkan di dalam tabung reaksi , larutan HCl  sama sekali tidak  larut, HCl di atas tirosin di bawah atau di dasar.
Larutan etanol yang di masukkan ke dalam tabung reaksi , larutan etanol  sedikit terlarut dan larutan asam amino tirosin lebih banyak terdapat di dasar.
Setelah melakukan percobaan pada uji kelarutan asam amino maka didapat hasilnya yaitu setelah etanol, HCl, NaOH, dan air dicampurkan dengan asam amino yaitu glisin sebanyak 60 tetes maka senyawa pada pencampuran zat tersebut tetap seperti semula tidak ada perubahan warna tetapi pada saat asam amino diteteskan sebanyak 60 tetes  kedalam tabung yang berisi HCl, NaOH, etanol, dan air terjadi suatu pelarutan sehingga pencampuran kedua tersebut tampak berminyak. Itu terjadi karena adanya proses pelarutan antara larutan asam amino glisin dengan HCl, NaOH, aquades, dan etanol. Namun pada tabung hasil pencampuran air dengan glisin, permukaan larutan tersebut bahwa asam amino yang dalam larutan air akan mengion dan dapat bersifat asam dan basa berwarna biru kehijauan. Jaru Anwar (2001), menyatakan bahwa asam amino adalah senyawa anorganik yang mengandung gugus karboksil dengan demikian mempunyai sifat asam-basa.
Uji ninhidrin
Reaksi ninhidrin dapat dipakai untuk penentuan kuantitatif asam amino. Dengan memanaskan campuran asam amino dan ninhidrin, terjadilah larutan berwarna ungu yang identitasnya dapat ditentukan dengan cara spektrofotometri. Uji Ninhidrin merupakan uji warna pada protein dengan membentuk larutan berwarna ungu akibat adanya gugus  amino bebas. Semua asam amino dan peptida yang mengandung gugus α-amino bebas memberikan reaksi ninhidrin yang positif. Reaksi positif, tyrosin mengandung gugus  amino bebas, ditandai dengan warna larutan ungu setelah dipanaskan.


Uji ninhidrin
Asam Amino    
Waktu Setelah Pencampuran     
Waktu     
  Warna Setelah di Panaskan

Glisin  
Ungu
01:08:53
Ungu Pekat
Tirosin
Bening
01:02:95
Ungu Tua
Histidin
Ungu Pekat
02:00:00
Purple




           
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan tentang uji ninhidrin dapat dibuktikan bahwa ninhidrin senyawa oksidator kuat bereaksi dengan triptofan dan tyrosin karena ph dari protein tersebut mencapai 4-8. Argham(2001) Kelarutan protein didalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya, pendapat ini juga didukung oleh pendapat (Poedjiadi 2004), yaitu Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya. Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yang berbeda-beda.
             Sedangkan pada glisin, histidin, dan tirosin. perubahan warna yang terjadi menunjukan bahwa asam-asam amino ini bereaksi dengan ninhidrin, hal ini sesuai dengan pendapat Santoso (2008) yang menyatakan bahwa ninhidrin bereaksi dengan asam amino bebas dan protein menghasilkan warna biru. Dan juga spendapat dengan Abas(2000) Semua asam amino, atau peptida yang mengandung 2 amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan hidroksi prolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
            Reaksi yang paling umum digunakan untuk analisis kualitatif protein dan produk hasil hidroplisisnya. Reaksi ninhidrin dapat pula dilakukan terhadap urin untuk mengetahui adanya asam amino atau mengetahui adanya pelepasn protein oleh cairan tubuh.
Menurut Novita (2009) uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein dan asam amino.Ninhidrin dapat mengubah asam amino menjadi suatu aldehida.Ninhidrin dilakukan dengan menambahkan beberapa tetes larutan ninhidrin yang terlihat tidak warna kedalam sampel, kemudian dipanaskan beberapa menit.Adanya protein ditandai dengan adanya perubahan warna ungu. Sedangkan menurut Riawan (2000) protein memiliki molekul besar dengan berat molekul yang bervariasi antara 5000 hingga jutaan dengan hidrolisis oleh asam atau oleh enzim protein akan menghasilkan asam amino, ada 20 jenis asam amino yang terdapat dalam molekul protein.
Pada percobaan ninhidrin didapat hasil yaitu asam aminon berupa glisin setelah di panaskan  dengan campuran ninhidrin pada penangas air warnanya berubah menjadi biru pekat. Hal ini juga disesuaikan dengan pendapat Conway (2007) yang menyatakan bahwa asam amino yang dipisahkan direaksikan dengan ninhidrin untuk mengahsilkan warna biru – ungu.
4.2 Karbohidrat

Peragian
Karbohidrat terdiri dari Monosakarida, yang merupakan senyawa orgarnik yang sangat banyak terdapat dibumi ini.Karbohidrat dapat dibagi menjadi Monosakarida, Oligosakarisa dan Polisakarida. Lipida (lemak) tidak dapat dalam air, tapi bisa larut dalam kloroform, bensin. Lipida disusun atas rantai Hidrokarbon panjang berantai lurus, bercbang, atau membuat unsur siklis.
Karbohirat merupakan senyawa organik yang paling berlimpah di bumi ini, yang tersusun terutama oleh monosakarida. Sebagian besar zat-zat alam merupakan golongan karbohirat fungsinya sebagai bahan baku (bahan sumber energi) baik untuk mikroorganime, tumbuhan maupun hewan.


Peragian

Larutan Monosakarida 2ml
Ditambah Ragi
Ditambah NaOH
Glukosa
Putih Susu
Putih Susu Pekat
Fruktosa
Putih Susu
Jernih Bening
           
Tidak terbentuknya Co2, karena suhu atas 30 C, ragi mngendap warna larutan di bawah keruh. Sedangkan diatas bening. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip karena adanya pengaruh suhu. Beberapa monosakarida seprti glukosa, fruktosa dan manosa yang juga disebut ” Zhimoheksosa”.
Hasil dari percobaan ini yaitu Co2 tidak dapat membentuk pada suhu 300C, karena pada saat praktikum berlangsung suhu diatas 300C, yang terjadi perubahan hanya terbentuk endapan dari bagian bawah dan larutan bagian atas agak bening.
Pada praktikum peragian larutan monosakarida seperti glukosa dan fruktosa jika ditambahkan sedikit ragi maka larutan tersebut akan berwarna putih susu dan bening, dan bila ditambahkan NaOH 0,5 N maka larutan glukosa berwarna putih susu dan jernih bening. Hal ini sesuai dengan pendapat Ket (2001) yang menyatakan monosakarida merupakan satuan karbohidrat yang paling sederhana, monosakarida tidak bisa dihidroksis menjadi karbohidrat yang lebih kecil.

Uji Iod

Selulosa + HCl + iod               Putih kekuningan
Aquades          tetap putih bening

Ini disebabkan oleh, selulosa merupakan karbohidrat. Sesuai dengan bukunya Grindra yang berjudul Biokimia 1, bahwa karbohidrat atau zat yang mengandung karbohidrat akan mengalami perubahan warna.

5 ml Pati Ditambahkan
5 ml Akuades Ditambahkan
3 ml Hcl Encer
3 ml Hcl Encer
2 Tetes Iod dalam Tabung Reaksi
2 Tetes Iod dalam Tabung Reaksi
Warna : Biru Pekat
Warna : Biru Bening Jernih

Tabel 3. Hasil Pengamatan Uji Iod

Pernyataan diatas dapat disimpulakan dengan pernyataan Frikson (1998) yang menyatakan bahwa pati direaksikan dengan larutan iod maka menghasilkan pati biru dan apabila glikogen dan pati terhidrolisis sebagian akan membentuk warna merah coklat.
Dan juga menurut (Harold, 2003), yang menyatakan bahwa hanya patilah yang menunjukkan reaksi positif bila direaksikan dengan iondin. Hal ini disebkan karena dalam larutan putih, terdapat unit-unit glukosa yang membentuk rantai heliks karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya

4.3 Lipida
            Daya kelarutan lemak
Tabel 1:
Bahan
Hasil
Keju+air
Menyatu
Margarin+air
Memisah
Minyak zaitun+air
Memisah
           
            Hasil percobaan pada daya kelarutan lipida dapat dilihat pada Tabel 1. Yang menjelaskan bahwa  lipida pada umumnya tidak larut dalam air tetapi sedikit larut dalam pelarut organic. Margarin dan minyak zaitun yang ditambahkan air lalu dihomogenkan tidak dapat menyatu.Hal ini dikarenakan terhadap kandungan lipida [ada margarin dan minyak zaitun.
            Dalam identifikasi lipida juga dilakukan pengamatan terhadap noda pada kertas.Hal ini dimaksudkan agar kita dapat mengetahui ada tidaknya lipid pada sampel percobaan yang dilakukan.
            Sesuai dengan pendapat (Riawan, 2008) lemak berkarakteristik sebagai biomolekul organic yang tidak larut atau sedikit larut dalam air dan dapat diekstraksi dengan pelarut non polar. Serta sesuai juga dengan pendapat (Fessenden , 2006) lipid didefenisikan sebagai senyawa organic yang terdapat dalam alam semesta serta tidak larut dalam air.
Table2 :
Bahan
Penyebarannya
Keju
Menyatu
Margarin
Memisah
Minyak zaitun
Menyebar

            Margarin berasal dari lemak hewan dan biasanya mengandung lebih banyak minyak atau lemak jenuh dibandingkan lemak tak jenuh.Margarin mengandung sejumlah asam butirat, asam laurat, dan asam molat. Mentega atau margarin vitamin A,O. protein, dan karbohidrat. Pada setiap bahan yang dipraktikumkan memiliki penyebaran yang terjadi.
Table 3:
Larutan
hasil
Keju + etanol
Homogeny
Margarin + etanol
Menggumpal
Minyk zaitun + etanol
Menggelembung
Minyak zaitun + etanol
Gelembung diatas, air diatas

            Dari bahan yang diujikan , di dapat hasil yang berbeda-beda kerana pada tiap tiap bahan yang diujikan memiliki sifat kelarutan yang tidak sama sehingga hasilnya berbeda. Lemak berkarakteristik sebagai biomolekul organic yang tidak larut atau sedikit larut dalam air dan dapat di ekstraksi dengan larutan non polar. Dari table diatas,larutan antara larutan lain berbeda hasil yang di dapat. Yang membuktikan di setiap bahan memiliki kandungan lemak yang tidak sama. Sesuai dengan pendapat (Salirawati et al,. 2008), bahwa lemak digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya. Kerana setiap lemak ikatan asam yang berbeda.
Table 4:
Larutan
hasil
Air + lesitin telur + minyak zaitun
Lesitin terpisah
Air + miyak zaitun + minyak zaitun
Terdapat gelembung

            Dari table 4 dapat diketahui bahwa ketika air dan lesitin di campurkan, tidak dapat bersatu. Yang menandakan bahwa lesitin telur mengandung lemak dan tidak larut dalam air.
            Ketika air dan minyak zaitun di homogenkan, maka terjadilah emulsi.Dan penambahan zat ketiga kembali, memiliki fungsi sebagai daya aktif permukaan sekaligus bertindak sebagai emulgator.Air dan minyak merupakan cairan yang tidak saling berbaur tetapi saling ingin terpisah karena mempunyai berat jenis yang berbeda.
            Sesuai dengan pernyataan (Astawan , 2006) yang menyatakan bahwa air dan minyak merupakan cairan yang tidak saling berbaur karena memiliki berat jenis yang berbeda. Bahan yang dapat berperan sebagai penegmulsi antara lain kuning telur, kasein, albumin, atau lesitin seperti yang digunakan pada praktikum ini.
Table 5:
Larutan
Hasil
Air + minyak zaitun + HCL encer
Lebih bening
Air + minyak kelapa + HCL encer
Kurang bening
Air + minyak zaitun + air soda
Lebih bening
Air + minyak kelapa + air soda
Kurang bening,minyak diatas larutan lebih terlihat

            Berdasarkan table 5, dapat disimpulkan bahwa adanya emulsi. Maka pernyataan ini sesuai dengan pendapat Yustus (2000), yang menyatakan bahwa jika air dan lemak ternyata tidak stabil saat terjadi emulsi setelah pengocokan.Sehingga kembali keadaan semula (campuran) setelah di diamkan sejenak.

4.4 Enzim
            Enzim dapat di produksi dengan cara mengekstraksij aringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Cara inimemiliki beberapa kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan mikroba penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudian diektraksi. Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Stone (2003), menyatakan bahwa keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat sertamudah dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan strain mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Getahpepaya

Nama
Warna
Bau
Rasa
Suka
T.suka
Suka
T.suka
Suka
T.suka
Sellyoktavia



Patmawati



Wahidin



Roy marganda



Muslihin




Getah papaya + Krimsantankelapa

Nama
Warna
Bau
Rasa
Suka
T.suka
Suka
T.suka
Suka
T.suka
Sellyoktavia



Patmawati



Wahidin



Roy marganda



Muslihin




Krimsantankelapa

Nama
Warna
Bau
Rasa
Suka
T.suka
Suka
T.suka
Suka
T.suka
Sellyoktavia



Patmawati



Wahidin



Roy marganda



Muslihin



   
Dalam praktikum ini jenis tanaman yang digunakan dalam uji enzim ini adalah buah papaya.Karena papaya mengandungenzim papain yang kemudian di campurkan dengan krim santan kelapa sehingga menghasilkan minyak. Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Jhonson (2002), menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi minyak kelapa adalah enzim yang menghidrolisis makromolekul karbohidrat dan protein (proteolitik).

Dari pengamatan yang telah dilakukan, pada uji Organoleptik terdapat hasil yang berbeda-beda, hal ini disebabkan karena berbedanya penadapat masing-masing orang saat dilakukan pengujian.Pada saat getah buah papaya ditambahkan dengan krimsantan kelapa mengalami perubahan.Hal ini sesuai dengan pernyataan (Wibowo2001), yang menyatakan bahwa pada penambahan getah buah papaya muda dengan krim santan kelapa jika dicampura ntara yang dengan yang lain maka dari warna rasa dan baunya akan jauh berubah dari awalnya.

Enzim secara khasnya disebut dengan katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya suatu reaksi, tetapi pada umumnya tidak ikut muncul dalam perekasian tersebut ungkapa ntersebut di dukung oleh pendapat Jameso Brends (2000) yang menyatakan bahwa enzim sebagai katalisator karena enzirn sebagai suatu zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa ikut atau muncul dalam hasil reaksi.

Enzim ini juga merupakan protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang berlangsung di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat Reybred (2003) yang menyatakan bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi.

Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat dibutuhkan oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses reaksi ditubuh kita akan berjala nlambat. Sebagai parameter dari reaksi enzimatis yang diketahui dalam  penelitianya ituKmax dan Vmax yang menyatakan bahwa semakin murni suatu enzim maka akan semakin tinggi pula spesifik aktifitasnya.Hal ini sesuai dengan pendapat Vones (2002) yang menyatakan bahwa aktivitas spesifik enzim merupakan parameter reaksi enzim yang dapat mengambarkan daya kerja enzim yang bersangkutan.



BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Protein dan Asam Amino
            Protein dan asam amino memberikan reaksi yang bersifat khas, bukan hanya bagi gugus amino dan gugus karboksil bebas, tetapi juga bagi gugus R yang terkandung di dalamnya. Protein dapat bereaksi dengan pereaksi-pereaksi lain seperti juga asam amino yang menjadi penyusunnya. Protein dapat mengendap atau terdenaturasi oleh logam berat, garam-garam anorganik, rusaknya struktur tersier dan kwartener, serta karena berada pada titik isolistriknya.
Dengan melaksanakan praktikum mengenai kelarutan asam amino, dapat disimpulkan bahwa Daya larut beberapa asam amino tertentu dapat larut pada pelarut tertentu, misalnya : glisin dan histidin dapat larut dalam larutan HCl, NaOH dan Aquades, sedangkan tirosin larut dalam larutan etanol.
Karbohidrat
Dari kegiatan Praktikum ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Karbohidrat merupakan kelompok besar senyawa polihidroksialdehida dan polihidroksiketon atau senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida atau polihidroksiketon. Karbohidrat dikelompokkan menjadi empat kelompok penting yaitu monosa-karida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Pengujian pada karbohidrat ada 2 macam yang dilaksanakan pada praktikum ini yaitu uji molisch dan uji peragian. Fruktosa adalah larutan yang memiliki warna yang berbeda yaitu merah bata dibandingkan dengan larutan yang lain yang memiliki warna biru kemerah-merahan. Glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa, galaktosa, dan maltosa merupakan karbohidrat, ini ditandai dengan adanya perubahan warna pada larutan.
Lipida
            Dari hasil praktikum lipida bahwa lipida merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air. Tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar. Seperti eter,benzene, kloroform, bensin, alcohol, tetra. Lipid tidak memiliki rumus molekul yang dan terdiri dan dari golongan yang berbeda dan lemak yang di campurkan dalam bahan lain seperti air dan pelarut organicnya akan membentuk emulsi namun setelah dibiarkan beberapa saat akan kembali pada keaadan sebelumnya. karenakan tidak stabil dan mjnyak akan selalu berada pada bagian atas.
Enzim
Kesimpulan dari praktikum Enzima dalah Enzim merupakan protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi reaksi yang berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi, maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Hasil uji Organoleptik menghasilkan tanggapan indera yang berbeda-beda. Kemudian pada percobaan getah pepaya 5 dari 5 orang pada kelompok 5 menyukai warna dari getah pepaya tersebut, 1 dari 5 orang menyukai bau getah pepaya dan 4 dari lima orang tidak menyukai bau dari darah tersebut, 1 dari 5 orang menyukai rasa getah buah pepaya dan 4 dari 5 orang tidak menyukai rasa pada getah buah pepaya. Pada krim santan itu sendiri 5 dari 5 orang menyukai warna pada krim santan, 5 dari 5 orang juga menyukai bau dari krim santan serta 5 dari 5 orang juga menyukai rasa dari krim santan. Serta pada getah pepaya yang telah dihomogenkan dengan santan 5 dari 5 orang menyukai warnanya tetapi 5 dari 5 orang tidak menyukai baunya tetapi pada rasanya ada 2 orang yang menyukai dan 3 orang tidak menyukai rasa dari getah pepaya+krim santan tersebut.

5.2 Saran
            Bagi praktikan yang mengontrak mata kuliah Biokimia selanjutnya diharapkan lebih bersungung-sungguh dalam melaksanakan praktikum dan lebih meningkatkan ketelitiannya dalam bekerja, serta dapat meningkatkan kekompakan dalam kelompoknya. Kareana dengan demikian mudah-mudahan pratikum akan berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan dan mendapat hasil yang maksimal.